16 September 2016 - 12:04
Basri, pemimpin terduga kelompok teroris di Poso tertangkap

Satuan tugas Tinombala dilaporkan berhasil menangkap Basri, buronan terduga teroris terpenting di kelompok Santoso di hutan Poso.

Menurut Kantor Berita ABNA, Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian kepada wartawan di Kompleks STIK-PTIK, Rabu (14/9) mengatakan, Basri ditangkap hidup-hidup dalam suatu operasi di pedalaman Poso.

Sepeninggal Santoso yang tewas dalam penyergapan Satgas Tinombala beberapa waktu lalu, Basri diduga merupakan pemimpin kelompok Mujahidin Indonesia Timur yang berbaiat kepada ISIS ini.

Dilaporkan, seorang terduga teroris, Andika, tewas dalam penyergapan ini. Sebelumnya, kepada BBC Indonesia, seorang pemimpin Satgas Tinombala mengatakan, Basri menyerahkan diri bersama isterinya. Namun ia menyebut, akan mengecek kejadian ini lebih jauh.

Satgas Tinombala adalah satuan tugas gabungan polisi dan TNI yang dibentuk untuk menumpas terduga kelompok teroris pimpinan Santoso yang berkubu di hutan-hutan di pedalaman Poso, Sulawesi Tengah. Sesudah tewasnya Santoso beberapa waktu lalu, kelompok MIT ini hanya tersisa sekitar 19 orang, termasuk Basri.

Juru bicara Keplosian RI, Boy Rafli Amar menyebutkan penangkapan terjadi pada pukul 09.00 WITA (08.00WIB). Disebutkannya, saat itu Satgas Tinombala sedang melakukan patroli mencari sisa-sisa anggota terduga kelompok teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT) yang dikenal juga sebagai Kelompok Santoso di sekitar perkebunan dusun Gantinadi, desa Tengkura, Kecamatan Poso Pesisir, Poso.

Saat itu kata Boy Rafli, ditemukan laki-laki tersebut dan dilakukan penangkapan. "Dia mengangkat tangan, menyerah. Tidak ada perlawanan, dan kemudian diketahui laki-laki itu bernama Basri," tambah Boy Rafli.

Basri yang dikenal sebagai pemimpin baru MIT, setelah pendirinya, Santoso, tewas dalam penggrebekan beberapa waktu lalu. "Basri kemudian mengakui, rekannya Andhika alias Hilal, hanyut, ketika hendak menyeberang dan terbawa arus deras Sungai Puna," tambah Boy.

Mayat Andika -yang juga merupakan salah satu buronan anggota Kelompok Santoso- sudah ditemukan polisi sekitar setengah jam sebelumnya. Disebutkan, dalam peristiwa itu, ditangkap juga isteri Basri.

Sepeninggal Santoso, Basri alias Bagong, adalah tokoh yang paling senior di kelompok itu. "Dia termasuk yang hebat. Pernah berhasil lari dari LP Ambana tahun 2007. Itulah letak kehebatannya," papar Boy Rafli.

Dalam kesempatan lain, Kapolri Tito Karnavian menyebut, penangkapan ini makin melemahkan Kelompok Santoso. "Kini jumlahnya tinggal 13 orang, dan yang paling senior, Ali Kolara," papar Tito kepada wartawan, di kompleks Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK), Jakarta.

"Tapi berdasarkan pengamatan saya selama bertugas beberapa tahun di Poso, saya menyimpulkan Ali Kalora ini kelasnya jauh di bawah Santoso dan Basri," papar Kapolri.